rss_feed

Desa Dukuhngarjo

Jl. Dukuhngarjo
Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur
Kode Pos 61373

mail_outline pemdes.dukuhngarjo@gmail.com

  • SUPARTININGSIH, S.Sos.

    Kepala Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • MOKHAMAD HABIB AL ISLAMI

    Sekretaris Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • KHOIRUL ANWAR HASIM

    BENDAHARA

    Belum Rekam Kehadiran
  • HENDRIK PUJIANTO

    KAUR UMUM

    Belum Rekam Kehadiran
  • KHUSAINI

    KASI KESEJAHTERAAN

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUYITNO

    KASI PELAYANAN

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUTOYO

    KADUS GROGOL

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUMADIONO

    KADUS DUKUHNGARJO

    Belum Rekam Kehadiran
  • SAIKUDIN

    KADUS BULUH

    Belum Rekam Kehadiran

settings Pengaturan Layar

Ini contoh teks berjalan. Isi dengan tulisan yang menampilkan suatu ciri atau kegiatan penting di desa anda.
fingerprint
Penggunaan Thermal Gun Dapat Merusak Otak, Yuri: Itu Statement Tidak Benar

31 Jul 2020 02:02:55 104 Kali

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa kabar yang beredar terkait thermal gun dapat merusak otak adalah statemen yang tidak benar.

Hal itu ditegaskan Yuri dalam keterangan pers di Media Center, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (20/7).

"Statement ini tidak benar," tegas Yuri.

Sebelumnya banyak masyarakat yang mempertanyakan informasi mengenai bahaya dan efek samping penggunaan thermal gun sebagai alat pengukur panas tubuh, yang mana menurut sebuah sumber dapat merusak struktur otak manusia. 

Secara ilmiah menurut Yuri, berbagai ahli sudah mengatakan bahwa thermal gun hanya mengukur dengan pancaran radiasi sinar inframerah, yang setiap saat pasti akan dipantulkan oleh semua benda yang ada di sekitar.

Dalam hal ini, thermal gun juga dipastikan tidak menggunakan sinar laser, tidak menggunakan sinar radioaktif semacam, x-ray.

"Hanya inframerah," jelas Yuri.

Berbagai referensi mengatakan, statement yang salah terkait thermal gun merusak otak justru membahayakan semua orang dan dapat memicu kontraproduktif untuk mencegah agar penularan tidak terjadi.

Oleh sebab itu, Yuri yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI itu meminta agar masyarakat dapat menyikapi informasi itu dengan cara yang benar dan tidak terhasut dengan isu yang salah.

Saudara-saudara, ikuti informasi ini dengan cara yang benar. Kesulitan ini tidak usah ditambah dengan berita-berita yang menyesatkan. Karena, ini akan membuat masyarakat semakin panik. Oleh karena itu, inilah yang harus kita jelaskan dan masyarakat agar, memakluminya," tutup Yuri.

Tim Komunikasi Gugus Tugas Nasional

business
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

account_circle Aparatur Desa

assessment Statistik Desa

message Komentar Terkini

  • person Penduduk Biasa

    date_range 13 September 2016 23:09:16

    Selamat atas keberhasilan Senggigi merayakan Hari Kemerdeakaan [...]

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini:44
Kemarin:30
Total Pengunjung:30.205
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:44.200.40.195
Browser:Tidak ditemukan

folder Arsip Artikel